Dear All, (lihat baca berita di bawah).
Anggota Tim Pemenangan SBY, Hatta Radjasa mungkin menjawab sambil makan rujak cingur. Untung gak kesedak. Kasihan de lo, Hatta! Asal ngomong.
Sebaiknya semua stasiun berlaku fair. Koq beda tipis dengan Iran.
INI BERITANYA:
Oleh Hery Winarno - detikPemilu: (Jakarta)
Beberapa stasiun televisi menolak menyiarkan salah satu seri iklan kampanye Mega-Prabowo. Tim pemenangan pasangan tersebut menuding ada intervensi pihak berkuasa di balik penolakan tersebut.
Tanpa harus menyebut nama, pihak berkuasa yang dimaksud adalah Presiden SBY. Kebetulan juga SBY juga merupakan kontestan Pilpres 2009 sehingga mudah dikaitkan dengan isu pelarangan tersebut.
Apakah memang SBY melalui jalur birokrasi menekan stasiun televisi untuk menolak iklan tersebut?
"Hahaha.... Tanya ke TV-nya, ada intervensi nggak? Zaman sekarang kok intervensi," jawab Hatta Rajasa, ketua tim pemenangan SBY-Boediono, di Bravo Media Centre (BMC) Jl Teuku Umar 51, Jakarta, Rabu (17/6/2009)..
Sekretaris Umum Tim Nasional Kampanye Pasangan Mega-Prabowo Fadli Zon mengatakan, semua stasiun televisi menolak menayangkan iklan tersebut. Kubu Mega-Prabowo pun curiga, penolakan itu karena ada intervensi kekuasaan agar stasiun TV tidak menayangkan iklan dimaksud.
Hanya Indosiar saja yang bersedia untuk menayangkannya. Alasannya materi iklan tersebut sudah mendapatkan status lolos sensor yang dikeluarkan oleh lembaga sensor nasional.
wassalam, ex toto corde, Berthy B Rahawarin brahawarin@yahoo.com Quo res cumque cadunt, semper stat linea recta. (Apa pun yang terjadi, senantiasa berdiri di garis lurus.)
Anggota Tim Pemenangan SBY, Hatta Radjasa mungkin menjawab sambil makan rujak cingur. Untung gak kesedak. Kasihan de lo, Hatta! Asal ngomong.
Sebaiknya semua stasiun berlaku fair. Koq beda tipis dengan Iran.
INI BERITANYA:
Oleh Hery Winarno - detikPemilu: (Jakarta)
Beberapa stasiun televisi menolak menyiarkan salah satu seri iklan kampanye Mega-Prabowo. Tim pemenangan pasangan tersebut menuding ada intervensi pihak berkuasa di balik penolakan tersebut.
Tanpa harus menyebut nama, pihak berkuasa yang dimaksud adalah Presiden SBY. Kebetulan juga SBY juga merupakan kontestan Pilpres 2009 sehingga mudah dikaitkan dengan isu pelarangan tersebut.
Apakah memang SBY melalui jalur birokrasi menekan stasiun televisi untuk menolak iklan tersebut?
"Hahaha.... Tanya ke TV-nya, ada intervensi nggak? Zaman sekarang kok intervensi," jawab Hatta Rajasa, ketua tim pemenangan SBY-Boediono, di Bravo Media Centre (BMC) Jl Teuku Umar 51, Jakarta, Rabu (17/6/2009)..
Sekretaris Umum Tim Nasional Kampanye Pasangan Mega-Prabowo Fadli Zon mengatakan, semua stasiun televisi menolak menayangkan iklan tersebut. Kubu Mega-Prabowo pun curiga, penolakan itu karena ada intervensi kekuasaan agar stasiun TV tidak menayangkan iklan dimaksud.
Hanya Indosiar saja yang bersedia untuk menayangkannya. Alasannya materi iklan tersebut sudah mendapatkan status lolos sensor yang dikeluarkan oleh lembaga sensor nasional.
wassalam, ex toto corde, Berthy B Rahawarin brahawarin@yahoo.com Quo res cumque cadunt, semper stat linea recta. (Apa pun yang terjadi, senantiasa berdiri di garis lurus.)

No comments:
Post a Comment